Selasa, 02 Juni 2015

Creepy Pasta

Karat
*
*
*
Di sekolah, aku dan sahabatku sedang membicarakan tentang hal-hal seram. Ya. Kami berdua penggemar berat horror. Tapi, tak pernah sekalipun kami melakukan hal mistik ataupun menyeramkan. Seperti bermain permainan bersama hantu contohnya ; bloody marry, hitori kakurenbo, midnightman, atau permainan lain. Itu semua karenaku. Aku tak pernah mau memainkan permainan mistik karena takut akan terlibat hal buruk.
Suatu hari, sahabatku mengajakku jelajah malam di jalan galaxy di malam jum'at. Jalan yang paling jarang di lewati tapi sering terjadi kecelakaan maut yang mengenaskan. Terlebih lagi, baru saja kemarin aku dengar ada kecelakaan yang baru saja terjadi. Korban itu mengatakan sesuatu seperti "pisau karat" disaat sekaratnya, aku memdapat informasi ini dari ayahku yang mememukan orang itu. Tentu saja aku langsung menolaknya. Tapi dia terus memaksaku dengan alasan kami tak pernah melakukan hal horror. Aku tidak enak dengan sahabatku yang berharga ini. Akhirnya aku menyetujui rencana itu. Kami akan melakukannya tepat tengah malam dengan barang yang berbekalkan satu senter saja. Apa dia serius, pikirku.
23:59 di jalan galaxy
*
*
*

Aku menyelinap keluar dari rumahku menuju jalan galaxy. Yap, aku ingin memulai jelajah ini tepat satu menit sebelum jelajah di mulai. Dan akhirnya, tengah malam pun tiba. Aku dan sahabatku berjalan berdampingan dengan senter di tangan sahabatku. Aku benar-benar takut, kami akan berjalan di sepanjang jalan ini yang berjarak 2 km. Itu jarak yang jauh untuk sebuah jalan maut.
'clank'
Aku menendang sesuatu. Pisau berkarat. Sepertinya aku mengingat sesuatu tentang pisau karat. Tapi, aku tidak tau apa itu. Aku dan sahabatku pun mengacuhkannya dan berjalan lagi. Jalan keluar dari jalan galaxy ini semakin dekat. Aku senang sekali. Tapi...
'cluk' aku merasa sepertinya ada air yang hangat di pipi kiriku. Aku pun melihat ke arah sahabatku yang juga di sebelah kiriku. Dan.. Begitu terkejutnya aku. Di leher sahabatku terdapat pisau berkarat tadi. Tiba-tiba seseorang mencabut pisau itu dengan menggesekkan pisau itu ke leher sahabatku sampai darah dari lehernya mengalir deras sehingga mengenai wajahku. Sahabatku jatuh ke tanah dengan leher yang hampir putus. Aku melihat ke tangan orang yang memegang pisau itu. Lalu aku melihat ke wajahnya. Dia seorang perempuan remaja sepertiku. Tapi yang berbeda darinya adalah.. Dia tidak mempunyai mata, mungkin lebih tepatnya... Semua indranya bolong dengan darah dari setiap bolongan itu. Aku menjerit. Anak perempuan itu tertawa gila lalu mengayunkan pisau itu ke wajahku. Aku menghindar dan mendapatkan luka gores di pipiku. Aku pun berlari. Menjauhi anak perempuan itu. Tapi hal yang tidak di duga.. Dia berlari dengan kencang. Bukannya menjauh, dia semakin dekat denganku. Aku berlari dan terus berlari. Anak perempuan itu semakin dekat dan mengayunkan pisau itu lagi di punggungku. Aku meringis kesakitan. Tapi aku tetap berlari mengabaikan luka di punggungku. Akhirnya, aku sampai di depan jalan galaxy yang cukup ramai dan banyak kendaraan yang lewat. Aku berhenti karena merasa anak perempuan itu sudah tidak mengikutiku sejak aku keluar jalan itu.
Aku pergi ke pos polisi terdekat untuk memberitahu sahabatku meninggal. Tapi, mereka bilang mereka tidak bisa melakukan eksekusi malam. Aku bingung lalu bertanya alasannya. Dan alasan polisi itu, semakin membuatku kaget. Mereka bilang, jika ada yang lewat sana malam hari lalu menemukan sebuah pisau berkarat. Mereka tak akan selamat. Para polisi bilang aku salah satu orang yang beruntung karena selamat dari jalan itu. Sebelumnya, tak pernah ada yang lolos dari jalan maut itu. Karena, salah satu polisi itu pernah hampir menjadi korban. Dia mengatakan, melihat anak perempuan yang sama seperti yang aku lihat tadi. Dia bilang, anak perempuan itu adalah putri dari seorang saudagar kaya yang meninggal karena gila dan membunuh dirinya sendiri dengan cara membolongi semua indra di wajahnya dengan pisau berkarat. Mayatnya tidak di kubur, hanya di buang di pinggir jalan yang sekarang bernama galaxy.
Paginya, aku mengantar para polisi itu ke tempat sahabatku di bunuh. Tapi aku mulai terkejut lagi karena.. Mayat sahabatku berbeda. Dari leher hingga bawah perutnya bolong, tapi tidak ada isinya. Jantung, paru-paru, ginjal, hati, usus, dan benda lainnya.. Hilang. Isi tubuh sahabatku kosong. Tidak ada tanda-tanda darah yang bercecer di sekitar mayatnya. Seperti bekas darah yang jatuh karena organ tubuhnya diambil.

Hal pertama yang aku pikirkan saat melihat itu adalah. Anak perempuan itu memakannya.

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??