Rabu, 10 Agustus 2016

PIGEON AND THE MAIL [Part 1]

#Title                : Pigeon and the Mail
#Part                 : 1 (Satu)
#Genre             : Romance, Comedy, Fantasy
#Rate                : T
#Author            : Aisyah Arsyaf
#MainCast        : Aika (Female Main Cast)
#OtherCast      : Sandi (Idol), Haruna (Aika Bestfriend), Bu Siti (Teacher)


Hari demi hari berlalu. Orang diseberang sana yang mengirimkanku surat lewat merpati masih belum berhenti mengirimkan suratnya. Dia selalu mebirimkan suarat itu di pagi hari, jika dia tidak mengirimkannya pagi hari di akan mengirimkannnya malam hari.
Kalau terus seperti ini, bagaimana jika itu orang jahat yang ingin menculikku?, pikirku.
Orang itu selalu mengirimkan pertanyaan yang sederhana. “Sudah makan?”, “Jaga kesehatanmu”, “Jangan bolos sekolah dan belajarlah dengan tekun”, dan lainnya. Apa jangan-jangan orang ini adalah fans beratku?! Tidak mungkin...
Di sekolah...
“Surat-surat dari orang itu pasti akan memenuhi lemariku...”, gumamku.
“Yo, Ai! Kok ngomong sendiri? Udah mulai rada-rada ya?”, sapa sahabatku Haruna.
“Ya nggak lah! Aku cuma—“.
“Hei, itu kan Sandi! Kenapa dia ada di kelas reguler?”, bisik Haruna memotong ucapanku.
“Hei! Ada Bu Siti! Cepat duduk!”, seseorang tiba-tiba berlari masuk dari luar.
Semua murid pun duduk dan kebingungan dengan Sandi yang masuk kelas reguler.
“Anak-anak, mulai hari ini Sandi akan berada di kelas reguler”, ujar bu Siti.
“Dia kan pintar dan berada di kelas unggulan, bu! Kenapa pindah ke reguler?”, tanya salah satu anak.
“Itu adalah privasi. Sekarang berteman baiklah dengan Sandi. Sandi, tolong ajari teman-temanmu jika mereka kesulitan.
“Iya bu”, jawab Sandi.
“Wow... Sandi di kelas kita! Pangeran! Pangeran!”, bisik beberapa anak perempuan.
“Apa maksud mereka dengan pangeran?”, gumamku.
“Kau tidak tau?!”, tiba-tiba Haruna menyeletuk dari depanku.
“Ett! Jangan kageti aku begitu!”, marahku.
“Ya habisnya, masa’ kau tidak tau Sandi si Pangeran SMA?!”, Haruna terlihat heboh.
“Memang apa yang spesial tentang dia?”, tanyaku kebingungan.
“Argh kau ini! Sandi adalah primadona SMA Rose ini, dengan keindahan wajah dan tinggi badan ideal, terlebih lagi otaknya yang luar biasa encer! Karena kesempurnaannya yang jarang dimiliki murid laki-laki lain, dia disebut ‘Pangeran’”, jelas Haruna.
“Yah, percuma kau menjelaskan panjang lebar kali tinggi di bagi dua. Lagipula aku tidak peduli hal-hal seperti itu”, ujarku.
“Aika!!”, teriak Haruna.
Aku memeperhatikan Sandi dari jauh yang sedang dikerumuni banyak orang. Memang sih, anak seperti dia pantas disebut “Pangeran”. Tapi...
‘Set..’.
“Hah!”, sekilas aku melihat matanya menatapku dan dia tersenyum misterius. Ada apa dengannya? Jangan-jangan aku dikira suka?!
“Sudah! Semua kembali ke kursi masing-masing. Sekarang kita akan mempelajari tentang Bab Lingkaran”, ucap Bu Siti tiba-tiba.
“Baik bu!”, jawab seluruh anak.
Pulang sekolah...
“Seru juga ya, ada Sandi di kelas kita! Kita kelas paling beruntung~”, ucap Haruna kegirangan.
“Aku tidak begitu tertarik dengan orang sepertinya”, ujarku cuek.
“Ehh?? Dia tuh kan ganteng tau, terus ketjeh, cettar membahana samber gledek... blablablablablabla...”, Haruna asik sendiri lagi.
“Dia mulai lagi...”, gumam Aika.
‘Kepak.. kepak..’, tiba-tiba aku melihat seekor merpati terbang.
“Merpati itu... Yang sering dikirim orang misterius!”, ujarku. “Haruna! Aku pulang duluan ya, baru ingat ada urusan mendadak...”.
“Heee...”, Haruna hanya terpaku.
‘Drap.. Drap..’, aku terus berlari ke arah rumahku.
Sepertinya merpati itu memang dari orang misterius... Dia menuju rumahku. Sebaiknya kau cepat, pikirku sambil melihat merpati itu dari jauh.
Akhirnya aku sampai di rumah. Aku langsung berlari ke kamarku di atas. Dan benar saja, merpati itu sudah ada di jendela kamarku.
Tunggu... Kenapa aku buru-buru sekali ingin menerima surat itu??, pikirku bingung.
‘Kurr... kurr..’, merpati itu mendekatiku.
“Hey, pemilikmu mengirim lagi ya... Mari kita lihat apa lagi isi suratnya”, kataku sambil membuka ikatan di kaki merpati itu dan membaca suratnya.
“Hai... Aika. Maaf mungkin aku terlalu banyak mengirim surat kepadamu. Tapi aku selalu ingin mendengar semua tentangmu. Apa hobimu? Apa hal yang kau sukai? Apa kau suka roti panggang? Aku suka sekali roti panggang. Tapi tenang saja, tak lama lagi kita akan bertemu”, aku membaca isi surat itu.
“Ini surat yang paling panjang dari semua surat yang orang ini kirim. Siapa sebenarnya dia? Apa kami pernah bertemu? Kenapa dia bilang tak lama lagi kami akan bertemu? Jangan-jangan dia benar-benar akan menculikku?”, aku bergumam panjang.
‘Cling..’, suara notifikasi dihandphoneku tiba-tiba berbunyi. Aku pun menghampiri handphoneku dan membukanya.
“Dari Haruna... Isinya...”, aku mulai membacanya.

Aika~ Y>.<Y
Sebentar lagi kamu ultah kan? Mau aku kasih kejutan gak? Aku yakin nanti kamu pasti kaget dengan kejutanku. Aku bakal ngasih kamu gantungan kunci dari anime yang kamu suka –W-

“Dia mau kasih kejutan tapi malah ngasih tau. Tapi ngomong-ngomong, memang sebentar lagi ulang tahunku sih...”, gumamku. Aku akan berumur 18 tahun di tanggal 18 September ini. Minggu depan.
Aku bengong sebentar.
“Oh iya, balasan suratnya... Umm.. ‘Aku masih belum mengerti apa yang kau ucapkan, tapi jika kita akan bertemu, aku harap kau tidak melakukan sesuatu yang buruk padaku’. Oke! Ini dia”, gumamku sabil menggulung kertas dan mengikatnya lagi di burung merpati itu.
‘Kepak.. Kepak..’, merpati itu pun kuterbangkan.
Keesokan harinya...
‘Tok.. tok..’, tiba-tiba terdengar suara ketukan kecil dari jendela.
“Ungh... Suara itu... Pasti merpati itu lagi”, gumamku yang terbangun oleh suara ketukan di jendela. Aku pun bangkit dari tembat tidur dan menghampiri jendela.
Aku membuka tirai, tapi tidak ada apapun disana melainkan sepucuk surat yang terselip di jendela.
“Loh? Tidak ada apapun? Tapi ada surat yang terselip disini”, aku pun mengambil surat itu lalu membukanya.
Isinya...

Kepada Aika,
Temui aku di taman tertua yang ada di daerahmu di hari ulang tahunmu dan tepat jam 8 malam. Aku berada pada sebuah metal putih yang indah mengitari langit-langit.

P.S : Jangan terlambat


“Oke, sekarang aku benar-benar takut. Haruskah aku pergi?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??