#Title : Is
This The Feel Of Love? (Part 6)
#Genre :
Love and Friendship
#Author :
Ukima Kanna (Aisyah)
#Tingkatkepenulisan
: Level 1 (Jadi maklum jika jelek)
#Cast :
Namji
June (Jun)
Hanmi (teman dekat Namji)
Kina (musuh Namji)
______________________________________________________________________________
Nge-post yang part
6 lama banget, ya? Maklum, Author bayak tugas dari sekolah dan suka tidur
malam. Ngebuka laptop aja gak bisa, gimana nulis cerita? -_-
Author juga bingung
gimana ngelanjutinnya? Si June sama Namji ngerepotin banget!
#dijitakJunedanNamji/. Author juga banyak masalah pertemanan, cinta #asikk/,
pr, sekolah, tugas kelompok kurikulum 2013, dll! -_-
Oke, gak usah
banyak basa-basi! Happy Reading! Semoga kalian suka! ^_^V
‘Tep!”, Namji menjawab telpnnya.
“Apa??!!”, teriak Namji kepada June kesal .
‘Namji, besok aku akan pegi ke Korea..’, kata June tiba-tiba.
“Eh?”.
“Kau.... apa kau serius?”, tanya Namji.
“Iya, tapi aku
tidak tau apakah akan berangkat besok atau lusa..”, jelas June.
“.....”, Namji terdiam.
“Ayahku sudah
memberi tau Bu Fia dan Pak kepsek..”.
“.....”.
“Namji? Kau
masih disana?”.
“PERGI SAJA SANA!! DASAR BODOH!!”, bentak Namji yang
langusng menutup sambungan telpon.
‘Tuut.. tuut.. tuut..’
“Namji, maafkan aku... aku terpaksa”, gumam June sambil
melihat ke handphone-nya yang baru
saja dimatikan. “Aku hanya ingin bilang, aku menyukaimu, bahkan aku
mencintaimu...”.
Sementara Namji...
‘Prakk!’
Namji melempar handphone-nya
ke lantai samapai baterainya terlepas.
‘Bruk!’
Namji terduduk dengan memeluk kakinya yang tertekuk
(terserah! Autor susah ngejelasinnya! Bayangin aja kayak kalian nagis sambil
duduk gimana! -_-) sambil menangis terisak.
“Hiks.. hiks.. hiks.. kenapa kau makin membuatku sakit
hati, June? Kenapa kau tidak bisa memahami perasaanku bahwa aku sebenarnya
menyukaimu! Hiks.. hiks..”, tangis Namji.
Keesokan Harinya...
Kweeng~~
Namji terbangun dengan muka kusut dan kantung mata yang
menghitam.
“Bhahahahaha! Wajahmu aneh sekali Namji!”, tawa seseorang
yaitu Hanmi.
“Eh? Sejak kapan kau disini?”, tanya Namji seraya
mengucek(?) matanya.
“Belum lama, kok! Ayo, kita pergi sekolah..”, kata Hanmi.
“O iya, kau habis patah hati, ya?”.
“D.. darimana kau tau?”.
“Wajah orang patah hati selalu begitu saat bangun
tidur...”, ejek Hanmi.
Namji langsung masuk ke kamar mandi tanpa mengucapkan
apapun.
“Hihihi...”, Hanmi tertawa kecil.
Di sekolah....
Namji hari ini benar benar badmood! June membuat hatinya sakit, kantung matanya hitam, dan Hanmi
datang dan menertawakan Namji.
Saat memasuki kelas, Namji tidak melihat sekeliling
bahkan samping tempat duduknya sekalipun.
“Hey, boleh aku pinjam tip-ex?”, tanya orang di sebelah
Namji.
“Iya, ini.... eh?”, Namji kaget karena melihat June. “K..
kau... kenapa... apa...”.
“Aku kan sudah bilang belum pasti! Kau ini!”, kata June
yang langsung mengambil tip-ex yang masih di pegang Namji.
“Huh!”, Namji memalingkan wajahnya dari June.
June hanya tersenyum kecil.
Saat istirahat...
Namji berjalan-jalan di lorong sekolah, karena jika di
atap sekarang sedang panas sekali. Lalu saat berjalan ke lorong yang sepi,
Namji melihat June sedang berbicara dengan Reyni cewek terpopuler ke-1 di sekolah, entah apa
yang sedang mereka bicarakan.
Menyadari kehadiran Namji, June pun tersenyum. Namji yang
tertegun karena itu hanya membalas senyuman palsu lalu membalikkan badan. Kenapa kau makin membuatku sakit?
Sepulang sekolah...
“Bagus! Aku akan pulang terlambat lagi karena Pak Ferdi
belum pulang...”, gumam Namji. Dan Namji belum pulang karena dia piket paling
terakhir selesai.
“Namji? Kau belum pulang?”, tanya seseorang dari
belakang.
“June? Iya, belum”, kata Namji.
“Mau kuantarkan lagi?”.
“Tidak! Kau mebawa motor terlalu kencang! Itu berbahaya!”,
ketus Namji.
“Hari ini aku bawa mobil”.
“Huh! Terlalu cepat dewasa!”, gumam Namji sinis. “Sudah!
Aku jalan kaki saja! Daah!”.
Di jalan...
“Ternyata rumahku itu jauh juga, ya! Kalau begini aku
bisa pulang jam 7 malam!”, keluh Namji.
‘Ckitt..’
Sebuah mobil berhenti tepat di samping Namji. Dan pintu
mobil tempat duduk sebelah kiri paling depan pun terbuka
‘Grep!’
“Waa!!”, tiba-tiba tangan Namji di tarik ke dalam mobil.
“Hey! Apa-apaan kau! Eh? June?”.
“Akhirnya kau terkejar juga!”, kata June.
“Jangan memaksaku seperti itu! Bilang tinggal bilang
saja!”.
“Sudah! Tutup mulutmu, jangan bawel!”, langsung saja June
menjalankan mobilnya
Isshh!!
Menyebalkan! Keluh Namji dalam hati.
Selama perjalanan, mereka sama sekati tidak berbicara
sepetah kata pun. Walau mau bicara, tapi pasti tidak jadi. Hanya membuka mulut,
lalu menutupnya lagi. Mungkin mereka jadi canggung karena kejadian kemarin.
‘Ckitt...’, June menghentikan mobilnya di depan komplek
Namji.
“Sudah sampai, sudah ya... daah!”, kata Namji membuka
pintu dan setengah beranjak dari duduk.
‘Grep!’
June menahan tangan Namji saat Namji akan keluar mobil.
Deg! Deg! Deg!
Jantung Namji tiba-tiba berdebar. A.. ada apa dengan dadaku?? Namji jadi salting.
“Tunggu, masuklah sebentar ke mobil. Aku ingin bicara
sebentar denganmu...”, kata June.
“Ke... kenapa lagi?”, Namji langsung masuk perlahan ke
dalam mobil dan menutup pintu. Dan tangan June masih menggenggam tangan Namji.
“Aku...”, June meulai.
DEG! DEG! DEG!
Jantung Namji makin berdegup kencang saat mendengar kata “Aku”.
“Aku sudah..... pacaran”.
Seketika, jantung yag awalnya bedegup kencang itu,
menjadi sakit. Bagaman tidak? Sudah seperti ini tapi June malah pacaran dengan
orang lain.
“Dengan siapa?”, tanya Namji pelan sambil melepaskan
genggaman tangan June dari tangannya.
“Reyni”.
“Ooh... selamat, ya! Aku harap kau bahagia!”, Namji
menepuk pundak June pelan lalu keluar dari mobil secepat kilat.
“Namji! Tung-“.
‘Blam!’
Namji berlari memasuki kompleknya.
“Aku hanya ingin bilang, walaupun aku sudah berpacaran
yang ada di hatiku ada kau, Namji..”, gumam June.
Sementara Namji...
“Hiks.. hiks.. Aku mohon! Cukup sampai disni sakit yang
kuderita...”, gumam Namji sambil berlari.
Saat memasuki rumahnya, Namji langsung ke atas pergi ke
kamarnya. Dan merebahkan dri. Namji menutup wajahnya dengan selimut.
Lalu Namji bangun dan mencari handphone-nya yang kemarin ia banting. Dan Namji menemukan handphone itu masih dalam keadaan
baterai yang terlepas. Namji pun memasangnya kembali danmenyalakannya.
“Huft... untung bisa...”, gumam Namji lega karena handphone-nya masih bisa menyala.
Tapi tiba-tiba mata Namji terbelalak karena dia melihat
panggilan miss call yang sangat banya
dari June. Sekitar 15 lebih.
“Apa orang ini gila? Harusnya dia tau aku akan kesal jika
sudah begini, tapi malah selalu meneleponku?”, gerutu Namji sambil menghapus
semua miss call itu.
‘(Lagu Boyfriend-CODE NAME : SPY GET LOVE)’, belum sempat
menghapus semua miss call, ada
panggilan masuk lagi dari June.
Namji mematikannya.
Telepon terus berdering tapi Namji bersikeras menutupnya
terus, dan akhirnya Namji mematikan handphone-nya.
“Lebih baik aku tidur!”, Namji langsung pergi ke kamar
mandi untuk mengganti pakaian dan mandi.
Setelah mandi, Namji sudah memakai piyamanya. Dan akhirnya
duduk di pinggir kasur ambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk.
“Besok akan menjadi hari yang buruk!”, gumam Namji kesal.
Namji pun tidur setelah mematikan lampu kamarnya dan
menyalakan lampu tidur.
To Be Contiunue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar