Kamis, 23 Oktober 2014

Is This The Feel of Love? (Part 5)

#Title : Is This The Feel of Love? (Part 5)
#Genre : Love and Friendship
#Author : Ukima Kanna (Aisyah)
#Tingkatkepenulisan : Level 1 (Jadi maklum jika jelek)
#Cast : Namji
     June (Jun)
     Hanmi (teman dekat Namji)
     Kina (musuh Namji)
#Warning! Banyak typo!!!

­­
To : June
Entahlah
Setelah aku menunggu beberapa menit, dia tidak membalas lagi, sepertinya dia serius. Huff... lelahnya! Lebih baik aku tidur.
Aku pun tidur, tapi sebelum itu aku memasang alarm jam 6 pagi dulu. Lalu aku mematikan lampu tidur.
Ada perasaan gak enak untuk besok, kenapa, ya? pikirku dalam hati.
*sekarang author yang bicara, jadi lebih mudah membaca dan dimengerti. Authornya juga ribet kalau Namji yang cerita di part ini... #ditaboknamji -_-#Keesokan harinya...
'Nae gwie allami ullyeo neol kaeugo. Meonghamyeon nunmuri maencheon puk, geogael sugyeo.... (Boyfriend-Alarm)'  alarm Namji berbunyi.
‘Tep!’ Namji mematikan alarmnya itu.
“Hooaaahh...” Namji nangun sambil merentangkan tangannya ke atas. Dengan masih wajah setengah bangun, Namji pun turun ke bawah.
Di ruang makan...
“Namji, sudah bangun, nak? Ayo sarapan!” kata ibu Namji.
“Iya, bu...” jawab Namji. Namji pun mengeamil sepotong roti dan mengoleskan selai kacang. “Huaaahhh...” Namji masih sedikit mengantuk lalu menguap.
Kalau gak salah, kemarin aku pengen ngapain, ya? (Author : Namji mulai pikun! :p | Namji : #ngambilbazooka) pikir Namji. O iya, janjian sama June!.
Sementara di rumah June...
“Grokkkk(?)....”, June masih tertidur.
“Wooii!!! Di scene ini gak ada bagian kamu waktu lagi tidur!!!” kata Author marah.
“Heh?! Ooh... gak ada, ya.. ya udah aku bangun..” kata June langsung terbangun.
“Dasar!”, dengus Author.
“Hhhh... aku mau sarapan aja, deh!”, June pun langsung keluar dari kamarnya dan menuju dapur.
‘Klek!’ June membuka kulkas, dia mengambil sebotol susu dan sekotak sereal. June duduk di depan tv.
“Apa Namji akan datang? Hufft... padahal...”.
‘Trilit.. trilit.. trilit..’ handphone June berbunyi dengan telepon yang masuk.
“Kina? Tumben sekali dia menelpon..”, gumam June sambil melihat nama yang tertera di handphonenya.
“Ya? Ada apa Kina?”, June menjawab telepon.
‘June, kau hari ini ada acara?’, tanya Kina.
“Kenapa kau menanyakan itu?”.
‘Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan bersama teman-teman yang lainnya...’, jelas Kina.
“Maaf, aku sudh ada janji! Sudah, ya.. daah!”.
‘Eh... tapi...’.
‘Tep!’ June langsung mematikan sambungan.
“Huft... hampir saja!”, gumam June lega.

Di rumah Kina...
“Hmm... sudah kuduga..”, gumam Kina dengan senyuman licik.

Flashback saat June mengantar Namji.....

‘Ckitt...’ tiba-tiba, June berhenti.
“Kita sudah sampai, turunlah!” kata June membuka kaca helm.
“Eh? I.. iya...” Hanmi sedikit kaget, dan langsung melepaskan backhug itu. Lalu, Namji pun turun.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai depan komplek saja, tidak apa-apa, kan?” tanya June.
“Justru lebih baik begini!” ketus Namji. “ Tapi.... terima kasih..”.
“Hem... Selamat hari sabtu untuk besok!” kata June mengangkat tangan dan pergi.
“Arrrrrgggghhhhh!!!!!!!ADA APA DENGANKUUUU???” teriakku. Untung aku depan komplek, jadi tak ada orang terganggu dengan teriakanku. Bagaimana tidak kesal? Aku tadi bilang apa? ‘hangat’? Arrrgggghhh!!!
Namji pun memasuki kompleknya.
“Uuh! Mereka makin dekat saja! Bisa-bisa June nembak si Namji! Ini tidak bisa dibiarkan!”, bisik Kina yang dari tadi bersembunyi di balik pohon cemara samping gerbang masuk Star Regency. Tadinya Kina ingin masuk ke komplek itu untuk mengantarkan makanan ke tempat saudaranya, tapi dia melihat June dan Namji datang, jadi Kina bersembunyi.
“Besok mungkin mereka ke taman. Tapi kalau salah bagaimana? Mana mungkin June menyukai Namji? Tapi, demi memiliki June aku harus mengawasi gerak-gerik Namji jika dia keluar rumah besok!”, kata Kina dengn senyuman licik dan nada bicara yang sinis.
Flashback end.

“Namji, kau tidak bisa menghindariku jika kau mendekati June! Hmph... hihihi...”, Kina atertawa geli karena kecerdikannya(?). Author : atau jangan-jangan Kina gila? | Kina : Gua bacok lu! | Author : pissss... :v.

Jam 17:00...

“Ibu, aku ingin keluar sebentar, ya...”, Namji sudah rapi untuk bertemu June, tapi tentu saja tidak dengan pakaian yang berlebihan. Hanya dengan celana bahan berwana hitam, baju atasan berwarna merah yang bertuliskan “Keep Calm and Think Positive” dengan lengan pendek yang ada manset putih di dalamnya.
“Ya, jangan pulang terlalu malam, ya...”, pesan ibu Namji.
“Ya, bu!”, Namji pun langusng keluar rumah.
Tunggu! Kenapa aku menepati janji itu? Ahh! Sudahlah! Sudah terlanjur kutepati... pikir Namji. Sepertinya Namji mulai gelisah, permisa! :v

Di taman...

“Mana si Namji? Jangan-jangan dia tidak datang...”, gumam June sambil melihat jam tangannya.
“June!!”, seseorang memanggil June dari pintu taman itu. Ya, itu Namji.
“Oh, kau datang..”, kata June singkat.
“Lalu?”, Namji bertanya.
“Hem?!”, June tidak mengerti apa maksud Namji.
“Apa yang mau kau bicarakan?”.
“Mmm... bisakah kau membeli minuman kaleng di seberang sekolah? Jadi... kita bisa.... lebih santai...”, June terlihat gugup.
“Kau aneh! Tapi, aku tidak punya uang!”.
“Ini, pakai uangku saja!”.
“Baiklah, dasar aneh!”.
“Sudahlah! Cepat!”.
Namji pun langsung keluar taman.

“Hh.. hh.. hh.. kenapa aku ini? Kenapa selalu begini?”, June langusng lemas terduduk di kursi taman.
“June?”, panggil seseorang dari pintu taman.
“Kina? Se.. sedang apa kau disini?”, otomatis June berdiri karena kaget melihat Kina. Kenapa Kina harus kesini, sih?.
“Aku hanya ingin kesini. Aku bosan di rumah! Jadi aku kesini”, tentu saja Kina berbohong, dia hanya melaksanakan rencananya.
“Tapi kenapa harus kesini? Kau kan bisa ke starbukcs ataupun mall”, June mulai khawatir. Bukan takut membuat Kina marah, tapi June takut rencananya gagal. (Penasaran apa rencarana June??? Mau di kasih tau sekarang??? #pembacamupeng :p).
“Aku ingin sendiri... tapi ternyata ada kau disini..”, kata Kina.
“Kenapa tidak ke tempat lain saja kalau ada aku disini?”.
“Memangnya kenapa?”.
June hanya terdiam.
“June...”.
“Hem?”.
Kina menatap June, dan...

Namji....

“Huuhh... kenapa dia tidak beli saja sendiri sebelum bertemu? Dasar!”, keluh Namji.
Saat sampai di pintu taman, Namji kaget dan...
‘Klontang!’ plastik dan minuman kaleng itu jatuh.
Ternyata Kina dan June berpelukan! Otomatis mereka berdua langsung melepaskan pelukan itu.
“N... Namji... Ini tidak...”. June berusaha menjelaskan.
Namji terdiam sambil menatap ke arah tanah.
“Oh, ada Namji! Tadinya aku ingin bicara, tapi aku harus pergi! Daah!”, Kina langsung pergi dengan senyuman puas. Puas karena telah menggagalkan rencana, penembakan June kepada Namji. Berhasil!.
“Namji, aku mohon dengarkan aku... ini...”.
“Aku marah bukan karena kau berpelukan dengannya..”, kata Namji.
“Eh?”.
“Aku marah karena kau memberikan pemandangan yang tidak aku suka seperti tu! Aku benci melihat seperti itu! Bisa kukatakan.... menjijikan!!”, Namji meninggikan nada suaranya. Beberapa detik terdiam keduanya, Namji pun pergi dengan jalan cepat.
“Namji! Hei! Tunggu!!” teriak June yang lalu mengejar Namji.

Di aula sekolah (kalau ingin keluar dari taman belakang sekolah, harus melewati aula sekolah dulu. Karena tidak ada jalan lain)...

“Namji! Aku mohon tunggu!” teriak June yang maish mengejar Namji yang berlari.
‘Grep!’ June menagkap tangan Namji.
“Ishh!! Lepaskan! Mau apa kau?”, bentak Namji yang melepaskan tangan June dari tangannya dengan kasar.
“Dengarkan penjelasanku dulu!!”.
“Tak ada yang perlu dijelaskan!! Kau sudah membuatku marah, aku tidak suka dengan pemandangan seperti itu! Kalau aku sudah marah, hari ini cukup!”.
“Lalu kapan aku bisa bertemu denganmu lagi?”.
“Dalam waktu yang lama!”, Namji berbalik dan langsung pergi meninggalkan June.
Padahal, hanya 2 kata yang ingin aku ucapkan padamu Namji... Kata, “Aku menyukaimu”... kata June dalam hati.

Flashback June and Kina hug....

‘Grep!’ Kina memeluk June.
“He.. Hey! Apa yang kau lakukan?”, kata June kaget.
“Aku hanya merindukanmu..”.
“Kita kan selalu bertemu di sekolah... Apa kau tidak bisa melepaskanku?”.
“Aku tidak bisa melepaskanmu..”.
“Kina, aku mohon, lepaskanlah masa lalu... lupakan bahwa kau menyukaiku dan_”.
“Kalau begitu, aku mohon hanya sekali ini saja aku memelukmu untuk terakhir kali cintaku kepadamu...”.
‘Klontang!’ nah, saat itulah Namji datang.

Flashback end!

Di rumah Namji...

‘Bugh!’ Namji melempar tubuhnya ke kasurnya.
“Hiks.. Hiks.. kenapa aku menangis? Sebenarnya bagaimana cinta itu? Aku tidak mengerti perasaanku... Hanmi! Ya, Hanmi tau banyak tentang cinta, aku harus tanya kepadanya!”.

‘Trililit.. trililit.. trilit.. krek!’.
‘Namji? Ada apa? Kenapa menelpon malam-malam?’.
“Hanmi... jika ada seseorang marah gara-gara melihat laki-laki yang dekat dengannya berpelukan dengan orang lain, apa artinya?”.
‘Biasanya sih, suka dengan laki-laki itu... tapi sikap orang berbeda-beda juga.. kenapa kau menanyakan itu?’.
“(Namji menceritakan semua kejadian di taman tadi ke Hanmi)”.
‘Itu artinya kau suka...’.
“Tidak mungkin!”.
‘Tentu saja mungkin...’.
“Hem... baiklah, terima kasih!”.
‘Ya, aku bisa menyelesaikan semua permasalahanmu, kok! Aku bercita-cita menjadi psikolog..’.
“Semoga cita-citamu terwujud..”.
‘Ya. Selamat malam, Namji’.
“Selamat malam..”.
‘Trek..’.

“Hhh... bagaiman bisa, aku menyukai June?”, gumam Namji.
‘Cinta tidak butuh alasan...’, tiba-tiba sebuah kata lewat di telinga Namji.
“Eh? Apa itu tadi?”, Namji kaget.
Dan tiba-tiba seseorang memegang pundak Namji. Karena kaget, Namji berdiri dan berbalik.
“Haii!!!”, ternyata itu Hanmi. Yang membisikkan kata-kata tadi juga Hanmi.
“Lho? Ke.. kenapa kau...”.
“Sebenarnya, tadi kau menelponku saat aku ingin masuk ke kamarmu, bahkan saat aku ingin mengetuk kamarmu. Ya sudah aku jawab saja dulu... hehehe..”.
“Tapi, kenapa kau kesini?”.
“Aku hanya mengantarkan kue buatan ibuku ke rumah ini. Lalu aku ingn ertemu denganmu, jadi aku kesini”.
“Huuh... mengagetkan saja!”.
“Hehehe... Lalu?”.
“’Lalu’ apa?”.
“Apakah rasa itu muncul lagi?”.
“Ya, tapi entah kenapa sakit...”.
“Hahaha!! Sahabatku yang satu ini sedang jatuh cinta rupanya...”.
“Eh?!”, wajah Namji memerah.
“Ya, kenapa kau tidak menyatakan cinta saja?”.
“Masa’ cewek yang nembak cowok! Lagupula, susah mengejar orang yang populer, ujung-ujungnya aku hanya akan ditinggalkan. Aku mau melepaskannya saja...”.
“Hei! Hei! Jangan mudah menyerah, dong...”.
“Kau tidak tau saja bagaimana perasaanku...”.
“Aku pernah merasakan sepertimu, kok!”.
“Hah?”.
“Sudah, ya.. aku pulang dulu, sudah terlalu malam. Daah!”.
“Eh.. tu...”.
‘Blam!’, Hanmi keluar kamar Namji.
“... nggu.. Hhh...”.
‘(Lagu Boyfriend-Code Name : Spy Get Love)’, telpon Namji berbunyi.
“June? Huh!”.
‘Klik! Bugh!’, Namji mematikan panggilan dan melempar handphonenya ke kasur.
‘(Lagu Boyfriend-Code Name : Spy Get Love)’, telpon Namji berbunyi lagi.
“Isshh!!”, kali ini Namji membiarkan telponnya berdering tanpa mengangkat.
Lalu telponnya berhenti berdering.
‘(Lagu Boyfriend-Code Name : Spy Get Love)’, berbunyi lagi.
“Uuhhh.....”.
‘Tep!”, Namji menjawab telpnnya.
“Apa??!!”, teriak Namji kepada June kesal .
‘Namji, besok aku akan pegi ke Korea..’, kata June tiba-tiba.
“Eh?”.


To Be Continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??