Senin, 06 Oktober 2014

Is This The Feel Of Love? (Part 3)

#Title : Is This The Feel Of Love? (Part 3)
#Genre : Love and Friendship
#Author : Ukima Kanna (Aisyah)
#Tingkatkepenulisan : Level 1 (Jadi maklum jika jelek)
#Cast : Namji
            June (Jun)
            Hanmi (teman dekat Namji)
            Kina (musuh Namji dan mantan sahabat Namji)
#Warning!! Banyak typo!! (Maybe... -_-)
“Bukan hanya gosip kamu berpacaran, katanya kau juga.... kiss.. dengan.... June...” kata Hanmi dengan suara pelan di kata ‘kiss’, lebiih pelan di kata ‘dengan’ dan lebih, lebih pelan lagi di kata ‘June’.
“APA??!!” teriakku sampai bangkit dari duduk, dan seseorang dengan kaget. Eh? Seseorang siapa?
Saat aku menengok ke belakang ternyata itu June, sepertinya dia baru saja naik ke atap sekolah.
“Bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang berpikiran buruk..” lanjut Hanmi lagi.
“Bagaimana bisa seperti itu?” tanya June kepada Hanmi.
“Aku tidak tau, tapi tadi pagi aku melihat Kina sedang menyebarkan gosip itu,” kata Hanmi.
“Memangnya Kina punya buktinya?” kataku makin marah.
“Dia bilang dia melihat sendiri saat teman-teman bertanya darimana dia tau,” jelas Hanmi.
“Ini tidak bisa dibiarkan!” kataku dan June saling bertatapan.

“Tapi bagaimana caranya?” tanya Hanmi.
“Bersikaplah seperti biasa..” kata June.
“Eh? Bagaimana bisa di saat seperti ini kita bersikap seperti biasa?” tanyaku bingung.
“Kita tunggu saja, jika mereka sudah berlebihan, kita tinggal turun tangan. Jangan terlalu tergesa-gesa” jelas june.
“Baiklah, aku akan dan Hanmi akan turun duluan. Dan kau, tunggu di atas sisni selama beberapa menit agar mereka tak bergosip lagi. Jika kita turun bersama, entah gosip apa lagi nanti!” kataku.
“Ya!” kata June dan Hanmi menganggukan kepala mereka.
Setelah itu, aku dan Hanmi menuruni tangga dan berjalan ke kantin. Tapi dari tadi aku tidak melihat ada guru.
“Hei, Hanmi! Kenapa para guru tidak ada?” tanyaku pelan.
“Ooh.. jam segini biasanya semua guru akan keluar sekolah untuk beristirahat selama satu jam. Jadi para murid bebas selama atu jam..” jelasnya.
“Ada ya, yang seperti itu?” kataku sedikit tidak percaya.
“Tentu..” Hanmi hanya tersenyum kecil.
Saat sampai di kantin, aku dan Hanmi pun duduk. Semua murid langsung saling merapat untuk bergosip.
“Aku harap June datang di waktu yang tepat..” bisikku ke pada Hanmi.
“Ya...” jawabnya.
“Wah.. wah.. wah... ada dua anak baru yang mengacau disini! Kita pergi saja, yuk!” kata seseorang yang suaranya sangat kukenal. Tentusaja, Kina.
“Apa maksudmu?” aku menengok ke arahnya karena kesal.
“Kau tau? June itu adalah “jjang” di sekolah ini dan kau berpacrana dengannya? Ya ampun..” kata Kina sambil memegang keningnya.
“Memangnya kau tau darimana? Aku tidak berpacaran dengannya! Aku juga tidak ciuman dengannya!” kataku yang semakin membuatku kesal.
“Wah.. wah.. kau tau tentang itu berarti kau memang berpacaran denganya kan?” kata Kina.
Aku sedikit kaget. Aku benar-benar tak tau harus bicara apa, dan ini pertama kalinya yang aku rasakan........... aku ingin menangis.
“Lihat? Kau tidak bicar, artinya ‘ya’, kan?” Kina makin menyindirku.
Semuamurid melihat perdebatanku dan Kina. Hanmi hanya memohon agar June cepat datang, tapi memang itu juga yang aku harapkan.
Air mataku makin ingin menetes saat murid-murid yang lain juga mendukung Kina. Aku berusaha membuka mulutku tapi aku tidak bisa. Akhirnya aku memutuskan untuk maju menampar Kina.
‘Tep!’ seorang laki-laki menghalangiku tepat di depanku. Ya, itu June.
“Apa kalian tidak malu, hah? Membully anak baru, padahal kalian sudah banyak teman!” kata June.
Para murid perempuan ada yang senyum-senyum sendiri dan berbisik sambil tersenyum, aku sedikit heran tentang itu.
“J.. June?!” Kina terkejut dengan kedatangan June.
“Terutama kau, Kina! Kau adalah murid yang paling diandalkan dan di percaya di sekolah ini! Tapi kenapa kau membuat gosip tak benar seperti ini?” kata June meninggikan suara.
“A.. aku...”.
“Kalau kau melibatkan Namji, kau akan melibatkanku juga! Jadi jangan coba-coba menyakitinya!” kata June marah. Tapi kenapa jika aku terlibat, June juga terlibat?
Kina hanya diam dan murid yang lain pergi.
“Ayo, kita pergi!” kata June kepadaku dan Hanmi.
“Ya...” kataku dan Hanmi pelan.
Tentu saja kami ke tempat utama kami yaitu atap sekolah.
“Untung kau datang tadi!” kataku.
“Awalnya aku hanya ingin minum ke kelas, tapi saat melihat kantin banyak orang, kupikir itu kau. Jadi, aku langsung datang” jelas June.
“Ooh...” kataku.
“Ah! Aku lupa! Aku belum mengerjakan PR! Sudah, ya! Daah...” kata June yang langsung turun ke bawah.
Aku dan Hanmi hanya mengangkat tangan.
“O iya, tadi kata Kina June itu ‘jjang’ kan maksudnya apa?” tanyaku kepada Hanmi.
“’jjang’ itu maksudnya, orang yang terkenal di sekolah” kata Hanmi.
“Hah? Maksudnya?” aku masih bingung.
“Begini, June itu masuk peringkat nomor satu murid terfaforit di sekolah!” kata Hanmi.
“Eh? Orang kayak dia jadi peringkat satu murid terfaforit?” kataku kaget.
Hanmi menganggukan kepalanya.
“Tapi aku tak merasa ada yang istimewa darinya..”.
“Kau pernah merasakan sesuatu di dadamu saat melihat June?”
“Ya, pernah, sih...”.
“Itu dia! Mungkin kau suka padanya...”.
“Eh? Masa’ Cuma gara-gara begitu, aku di bilang suka sama dia?”.
“Kamu.... gak ngerti apa itu cinta, ya?”.
“Mmm.... mungkin..”.
“Haduh! Gimana sih, kamu ini! Kamu kan cewek!” kata Hanmi.
“Hmm... ya, gitu, deh!” kataku menggaruk kepala.
“Pokonya, kalau kau punya perasaan seperti itu lagi, tandanya kau menyukainya...” kata Hanmi.
“Masa’ begitu?” kataku.
“Terserahlah! Ayo, kita turun! Aku mau makan...” Hanmi menarikku.
“Iya, iya...”.
Tapi saat sudah di bawah, Hanmi ke kantin sendirian. Karena aku mau ke taman belakang sekolah disana tempatnya tenang.
Tapi, lho? Bukankah itu June? Dia..........
“Oh, tidak!” gumamku.
To Be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??