#Title : Is This
The Feel Of Love? (Part 4)
#Genre : Love
and Friendship
#Author : Ukima
Kanna (Aisyah)
#Tingkatkepenulisan
: Level 1 (Jadi maklum jika jelek)
#Cast : Namji
June (Jun)
“Pokoknya, kalau kau punya perasaan seperti itu lagi, tandanya kau
menyukainya...” kata Hanmi.
“Masa’ begitu?” kataku.
“Terserahlah! Ayo, kita turun! Aku mau makan...” Hanmi menarikku.
“Iya, iya...”.
Tapi saat sudah di bawah, Hanmi ke kantin sendirian. Karena aku mau ke
taman belakang sekolah disana tempatnya tenang.
Tapi, lho? Bukankah itu June? Dia..........
“Oh, tidak!” gumamku.
“June!!” teriakku sambil berlari ke arah June yang sedang terduduk di tanah
dengan wajah terluka, dan ada beberapa murid laki-laki di depannya.
“Namji?!” June kaget saat melihatku berlari mendekatinya.
“Apa kau baik-baik saja?” tanyaku sambil memegang lengannya.
“Nngg... kau bisa... melihat keadaanku... sekarang kan?” kata June
terbata-bata.
“Issh... dasar kalian!” aku langsung menatap tajam keempat anak- laki-laki
tersebut.
“Mau apa kau? Dasar perempuan lemah!” kata salah satu dari mereka.
‘Hiiyyyyaaaaaattt!!!!!!’ aku langsung menendang ke pala mereka secara
berurutan dari kanan ke kiri.
‘Bruk!’ mereka berempat langsung pingsan! Hahaha! Begini-begini aku pernah
ikut club karate dan taekwondo! Huh!
“Ayo, cepat! Kita ke ruang UKS!” kataku merangkul June. Eh? Aku
menolongnya? Kenapa? Dan kenapa tiba-tiba dadaku merasa aneh lagi, ya? Saat
tangannya kanannya melingkari leherku.
Dalam perjalanan ke klinik, smeua murid melihatku dan June. Ini lumayan
memalukan, karena baru tadi semua murid perempuan, aku dan June berdebat. Aku
khawatir mereka jadi beranggapan benar tentang aku dan June berpacaran.
Sampainya di UKS...
“Hey!! Petugas UKS! Cepat obati dia!” kataku.
“I.. iya...” tak apa-apa kan aku memanggilnya ‘Hey’, toh, dia juga murid.
“June, aku ke kelas duluan, ya! GWS!” kataku mendudukannya di ranjang dan
melepaskan rangkulan, lalu keluar UKS.
“Ya...” kata June.
“Huff... perasaan itu muncul lagi. Jangan-jang yang dikatakan Hanmi
tadi..... Ahh!! Tidak mungkin, tidak mungkin!” kataku bergumam sendiri sambil
bersandar di pintu UKS.
Aku pun pergi ke kantin untuk melihat Hnami sedang apa, sekalian aku ingin
makan. Dan alasan aku ingin ke kelas tadi hanya alasan agar aku bisa
cepat-cepat pergi dari ruang UKS.
Di kantin...
“Hanmi!” spaku kepada Hanmi yang sedang meminum jus Jambu.
“Oh! Ayo sini, duduk disampingku Namji..” kata Hanmi sambil menepuk tempat
di sampingnya.
“Ahh... aku lapar sekali..” kataku. “Bu, martabak telor dua dan jus mangga,
ya!”.
“Iya, dek..” kata ibu kantin.
Setelah siap, aku makan bersama Hanmi. Dan setelah selesai, bel masuk pun
berbunyi. Sepertinya guru-guru sudah kembali.
“Daah.. Hanmi! aku ke kelas dulu, ya...” kataku beranjak dari duduk dan
berjalan pergi.
“Iya!” begitupun dengan Hanmi, dia juga mengarah ke kelasnya.
Dan saat aku sampai di kelas, June sudah ada dikursinya dengan wajah
sedangan berpikir serius. Apa dia bingung kenapa aku tidak di kelas tadi?
“June? Bagaimana lukamu?” tanyaku.
“Oh, y.. ya... sudah lumayan baikan..” katanya.
“Kau kenapa? Tadi aku melihatmu sepertinya sedang memikirkan sesuatu..”
tanyaku. Kenapa aku jadi penasaran seperti ini? Aduh.... apa yang salah
denganku?
“Tidak, bukan urusanmu...” katanya ketus.
“Cih!” balasku.
Lalu, Bu Tia guru matematika pun masuk dan memulai pelajaran.
Sepulang sekolah...
“Hhh.... tinggal aku sendiri. Bagaiman ini?” gumamku cemas. Tadinya aku
ditelpon ibuku, kataya pak Ferdi izin beberapa hari karena anaknya sedang
sakit. Ayah dan ibu juga sibuk dan pulang malam.
Aku melihat kana kiri mungkin ada ojeg atau taksi atau angkot yang lewat,
tapi tidak ada.... karena ini memnag jalan yang jarang transportasinya. Aku pun
melihat jam, dan sekarang pukul.... 17:00????? Aku sudah disini selama satu
jam!
“Hey, kau masih belum pulang?” tanya seseorang. Aku pun menengok.
“June? Kau juga, kenapa...”.
“Oh, aku harus di suruh merapihkan ruang seni. Disana kotor sekali! Dan
kau, kenapa belum pulang?”.
“A.. aku... sedang menunggu ojeg atau taksi atau angkot yang lewat...”
kataku sedikit gugup.
“Hahaha! Kau menunggu sampai jam tujuh malam pun tak akan ada yang lewat!
Jam kita pulang sekolah, tidak ada yang melewati jalan ini..”.
“Dasar kau!” aku memberi dia ancaman kepalan tangan.
“Bagaimana aku antar dengan motorku? Rumahmu di komplek Star Rgency, kan?”.
“Kau tau darimana?” tanyaku kaget.
“Aku melihat profilmu saat membantu Bu fia mencari data siswa. Bagaimana?
Mau naik? Rumahku tinggal lurus saja setelah komplek Star Regency, jadi
sama-sama saja...” June menanyakan sekali lagi.
Bagaimana ini? Kalau aku tidak naik, aku akan menginap disini, kalau aku
naik rasanya aneh! Dan.... tentu saja, tiba-tiba perasaan itu muncul lagi di
dadaku, tapi jantungku juga berdetak lumayan kencang.. Ada apa ini?
“Hey! Cepat!” kata June yang membuyarkan lamunanku.
“A... aku....” tiba-tiba, mulutku bergerak sendiri! “Iya, aku akan naik...”.
Ya ampun! Kenapa dengan
mulutku ini? Arrghh!!!
teriakku dalam hati sambil memukul bibirku pelan tapi berkali-kali.
“Kalau kau belum naik, akan kutinggal!” kata June tiba-tiba.
“Iya! Sabar!” aku pun menaiki motornya.
‘Brrmm... brrmm...’ June menyalakan motoronya. Motornya adalah motor ninja,
yah... unutkku sih, biasa saja.
“Pegangan, ya..” kata June menutup kaca helmnya.
Eh? Maksudnya... aku sedikit tertegun dengan kata-kata
June tadi, ya.... kalian juga tau artinya, kan? Semacam “backhug”. Aku agak ragu saat akan berpegangan, tapi akhirnya aku
lakukan karena jika aku jatuh nanti bagaimana?
‘Nguueengggg(?)....’ kecepatan motor yang digunakan June tidak terlalu
cepat dan tidak terlalu lambat.
Dan disaat aku sedang berpegangan padanya, jantungku berdetak kencang!
Aduh... bagaimana ini? Aku juga sedikit mengeratkan peganganku, entah kenapa
rasanya hangat.
‘Ckitt...’ tib-tiba, June berhenti.
“Kta sudah sampai, turunlah!” kataya membuka kaca helm.
“Eh? I.. iya...” aku sdikit kaget, dan langsung melepaskan backhug itu. Lalu, aku pun turun.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai depan komplek saja, tidak apa-apa, kan?”
tanyanya.
“Justru lebih baik begini!” ketusku. “ Tapi.... terima kasih..”.
“Hem... Selamat hari sabtu untuk besok!” katanya mengangkat tangan dan
pergi.
“Arrrrrgggghhhhh!!!!!!! ADA APA DENGANKUUUU???” teriakku. Untung aku depan
komplek, jadi tak ada orang terganggu dengan teriakanku. Bagaimana tidak kesal?
Aku tadi bilang apa? ‘hangat’? Arrrgggghhh!!!
Aku pun masuk ke komplek, rumahku tidak jauh dari pintu gerbang komplekku.
Jadi, hanya sebentar.
Di kamar...
‘Bugh..’ aku merebahkan diriku di kasur setelah berganti pakaian dan makan
malam.
‘Teng.. teng teng.. teng.. (nada piano Jeongmin solo-What Should I Do)’
ponselku berbunyi, sms masuk. Tapi, aku tidak tau nomor siapa ini.
From : 0813 45XX XXX
Namji, ini aku June
June? Darimana dia tau nomor telponku? Aku
pu langsung menyimpan nomor itu.
To : June
Darimana kau tau nomorku?
Jangan-jangan dari....
From : June
Hanmi
Sudah kuduga! Dasar Hanmi... -_-
To : June
Sudahlah, aku ingin tidur!
Aku sedang tak mau berbicara dengannya,
nanti aku teringat yang tadi lagi...
From : June
Padahal atadi aku mau membicarakan hal yang penting...
Hal penting? Hal penting apa? Wajahku
memerah lantara membaca SMS yang satu itu. Tapi, jangan sekarang! Aku
benar-benar sudah mengantuk...
To : June
Besok saja!
Huff.... aneh, menjawab singkat seperti
itu.... tadi rasanya ragu, kenapa, ya?
From : June
Kutunggu di taman belakang sekolah, jam 17:00. Apapun yang terjadi, kau
harus datang karena aku menunggumu! Kalau tidak datang, kau akan berada dalam
maslah besar!
Eh? Untuk apa dia membuat janji itu?
To : June
Entahlah
Setelah aku menunggu beberapa menit, dia
tidak membalas lagi, sepertinya dia serius. Huff... lelahnya! Lebih baik aku
tidur.
Aku pun tidur, tapi sebelum itu aku
memasang alarm jam 6 pagi dulu. Lalu aku mematikan lampu tidur.
Ada perasaan gak enak untuk besok, kenapa, ya? pikirku dalam
hati.
To Be Continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar