Jumat, 03 Oktober 2014

Is This The Feel Of Love? (Part 2)

#Title : Is This The Feel Of Love? (Part 2)
#Genre : Love and Friendship
#Author : Ukima Kanna (Aisyah)
#Tingkatkepenulisan : Level 1 (Jadi maklum jika jelek)
#Cast : Namji
            June (Jun)
            Hanmi (teman dekat Namji)
            Kina (musuh Namji dan mantan sahabat Namji)
#Warning!! Banyak typo!! (Maybe... -_-")
**
**
**
‘Plakk!’ aku langsung menampar pipi anak perempuan yang  baru saja bicara. Dan tamparanku itu bahkan hampir membuatnya jatuh.
“Aww!” katanya meringis. Aku tau itu pasti sakit, karena tanganku menceplak di pipinya sampai merah.
“Ayo, kita pergi! Mereka hanya SAMPAH sekolah!!” kataku mengencangkan suara di kata-kata “sampah”. Aku menuntun anak perempuan berkaca mata itu dengan kucingnya keluar taman belakang sekolah.
“Apa??” anak perempuan yang tadi aku tampar menggeram. “Lihat saja nanti, Namji!"
**
**
“Huh! Sebenarnya siapa anak perempuan itu? Berani-beraninya dia seenaknya..” kataku kesal sambil mengobati luka di telapak tangan anak perempuan berkacamata itu. Sepertinya luka saat ia di dorong. Aku membawanya ke atap sekolah agar lebih tenang.
“Terima kasih, ya. Kau sudah menolongku..” katanya.
“Ya, lagipula anak seperti itu pantas di beri pelajaran!” kataku.
Setelah mengobati luka pada anak berkaca mata itu dan kucinnya, aku duduk di samping anak perempuan itu.
“Oh iya, namamu siapa?” tanyaku sambil mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.
“Oh! Namaku Hanmi, dan kau?” katanya membalas jabatan tanganku.
“Aku Namji,”.
“Dan tadi kau bilang kau juga berasal dari sekolah yang sama dengan mereka (4 permpuan tadi) dan aku kan?” katanya sambil melepaskan jabatan tangan kami.
“Ya, aku murid baru”.
“Tapi kenapa kau tau aku murid baru?”.
“Tadi mereka kan bilang, ‘Biasanya murid baru itu tidak ada gunanya, sama seperti dia’. Dan dia yang di maksud mereka itu kau” jelasku.
“Sekali lagi terima kasih..” katanya.
“Ya. Dan sampai sekarang aku masih penasaran...”.
“Dengan apa?”.
“Tadi, aku merasa anak permepuan yang tadi aku tampar menyebut namaku, padahal kami belum pernah bertemu. Apa itu Cuma perasaanku saja, ya?” jelasku lagi. “Kau tau namanya?”.
“Mungkin saja hanya perasaanmu, mungkin juga iya. Dan namanya, Kina” jawabnya.
“Hah? Kina? Apa kau yakin?” tanyaku kaget.
“Ya, aku benar-benar yakin. Waktu absen, dan guru menyebut nama ‘Kina’, dialah yang menjawab. Kenapa memangnya?”.
“Ti.. tidak mungkin! Kina itu..... adalah sahabatku saat kelas 5 SD!”. Ya, Kina adalah sahabatku, bisa di bilang mantan sahabatku. Aku memutuskan tidak menjadi sahabatnya lagi, karena sikapnya yang buruk. Seperti membully murid lan, memalaki adik kelas, hutang setiap hari di kantin, dan perbuatan buruk lainnya.
“Masih jadi sahabat sampai sekarang?”.
“Tidak, aku tidak bersahabat dengannya lagi saat perpisahan SD. Sikapnya yang buruk membuat aku muak! Aku tak percaya sekarang sikapnya makin buruk!”.
“Ya ampun, jadi dulu Kina juga seburuk itu?”.
“Ya..” kataku pelan.
“Hem.... baiklah ayo kita pulang sekarang sudah semakin sore”.
“Ya!”.
Kami berdua pun turun dari atap dan pulang bersama. Aku mengantarkan Hanmi dengan mobil, karena rumahnya hanya beda 3 gang dari gang rumahku.
“Sampai jumpa besok, Namji!” kata Hanmi.
“Ya, sampai jumpa besok!” kataku sambil tersenyum lembut. Lho? Sekarang aku tersenyum? baru kali ini aku tersenyum saat pertama kali masuk sekolah. Biasanya, aku tersenyum setelah 2 atau 3 minggu di sekolah.
Sampainya di rumah, aku langsung menuju kamar. Dan mandi (kamar mandiku di dalam kamar, karena kamarku cukup besar).
Setelah mandi, aku memakai baju tidurku. Lalu merebahkan diri, tapi bukan tidur, aku hanya ingin bepikir.
“Kina, aku benar-benar kecewa dan muak kau seperti itu!” gumamku.
‘(nada piano Jeongmin solo-What Should I Do)’ teleponku berbunyi, sepertinya ada SMS Dan itu dari Hanmi, tadi kami sempat memberi no.telp masing-masing.
Aku membuka SMS yang berisi...
From : Namji
Namji, besok di sekolah saat istirahat, kita ngobrol-ngobrol di atap sekolah, yuk! ;)
Aku ingin lebih dkat lagi denganmu, mungkin kita bisa jadi sahabat... >_6
Eh? Sahabat? Bisakah aku dan Hanmi jadi sahabat? Kalau dia seperti Kina bagaimana? Ah! Tidak mungkin, Hanmi melindungi kucing saja sampai terluka. Kalau Kina boro-boro terluka karena melindungi! Melindungi saja tidak pernah!
Aku pun menjawab :
To : Hanmi
Baiklah, atap sekolah adalah tempat faforitku. Aku pasti akan datang! :)
Pertama kalinya aku langsung bisa akrab dengan salah satu murid sekolah di hari pertama sekolah... sebelumnya, butuh 3-4 minggu untuk berteman 1 orang saja (Author : wah.. wah.. :3).
Tiba-tiba SMS dari Hanmi masuk :
From : Hanmi
(y)
Tak terasa sudah waktunya makan malam, aku pun turun dan makan bersama kedua orang tuaku dan 2 adik perempuanku yaitu Kumi dan Jinmin. Setelah makan, aku pun tidur.
Paginya...
‘(lagu Boyfriend-ALARM)’ alarmku berbunui jam 5 pagi. Aku pun bangun, mempersiapkan mata pelajaran sekolah, lalu mandi. Setelah mandi, aku memakai baju seragamku (rok pendek biru selutut, baju kemeja lengan pendek berkerah, di setiap pinggirnya ada garis berwarna merah, dengan kantong di kanan-kiri rok dan kantong di dada sebelah kiri yang di depannya ada lamabang sekolah).
Aku menunggu waktu berangkat yaitu setengah tujuh karena aku masuk jam 7 pagi, dengan sarapan dan menonton tv sebentar. Saat jam setengah 7, aku pun lagsung berpamitan kepada kedua orang tuaku dan naik ke mobil.
Sampainya di sekolah, saat aku berjalan menuju kelasku, murid-murid menatapku sambil berbisik-bisik. Ada apa ini? Kenapa mereka menatapku seperti itu? Aku bertanya-tanya dalam pikiranku.
Di kelas...
Ya, semua orang menatapku saat aku masuk kelas. Kecuali June yang sedang tidur di kursi yang kemarin ia duduki. Tentu saja aku duduk disampingnya, karena tidak ada tempat duduk lain.
Aku meletakkan tas di samping meja, karena ada gantungannya. Dan tiba-tiba June terbangun.
“Hem? Lho? Kenapa kau duduk disini lagi?” katanya setengah terbangun.
“Apa kau tidak lihat tidak ada tempat duduk lagi?” kataku mengambil hp dan memasang earphone untuk mendegarkan musik.
“Ada, kursi guru masih kosong, kok!”.
‘Bukk!’ aku langung menjitaknya. Mana mungkin aku duduk di kursi guru! Itu kan tidak sopan. Ya, walaupun aku tomboy tapi aku masih punya tatakrama (memangnya menjitak orang bukan tatakrama? -_-).
“Aduh!” kata meringis sakit. “Ternyata kau belum menyalakan musiknya..”. Kenapa June suka sekali menjahiliku, sih? Kenapa dia tidak menjahili yang lain saja selain aku! Huh!
Tapi, bukan saatnya berpikir tentang itu! Kenapa semua murid memandangku dan berbisik-bisik seperti itu padaku? Memangnya aku melakukan sesuatu yang salah kemarin?
‘Kriiiingggg!!!!’ bel sekolah membuyarkan lamunanku.
Bu Hany, guru IPS pun masuk. Dan mengabsen seluruh murid. Pelajaran pun di mulai, tapi sebelum aku mengambil buku, hp-ku bergetar dan ternyata ada SMS dari Hanmi.
From : Hanmi
Namji, nanti kamu tunggu di depan kelasmu saja, ya... jangan langsung ke atas, aku akan menemuimu nanti
Kenapa Hanmi menyuruhku menunggu di depan kelas? Baiklah, tak apa-apa.
To : Hanmi
Baiklah! (y)
Seteah menjawab SMS, aku mencatat apa yang di tulis Bu Hany di papan tulis.
Saat istirahat...
“Dimana Hanmi? Jangan-jangan dia lupa? Atau dia dipergoki Kina dan teman-temannya lagi?” gumamku.
“NAMJI!!!!” teriak seseorang dari kanan. Ternyata itu Hanmi yang sedang berlari ke arahku.
“Kenapa teriak-teri....”.
“Sudahlah! Ayo kita cepat ke atap sekolah!” bisiknya yang sudah didekatku, dan langsung menarikku menuju tangga ke atas.
Di atap...
“Ada apa? Sepertinya gawat sekali?” kataku sambil duduk di bangku panjang atap sekolah.
“Kau... hh.. hh.. itu.... hh... Kina... hh... hh... murid-murid...” katanya yang terengah-engah setelah berlari.
“Tarik nafas dulu saja! Kau seperti mau kehabisan nafas!” kataku.
“Baiklah... Hmmmpphhhh.... Hhaaaahhhh...” Hanmi menarik nafas dan nafasnya pun sudah membaik.
“Sekarang ceritakan dengan tenang..”.
“Kau, ada gosip yang tersebar tentangmu, Namji!”.
“Hah? Gosip? Gosip apa? Aku kan tidak melakukan apapun kemarin..”.
“Katanya....”.
Hanmi terdiam sejenak dengan wajah ragu dan risau.
“Katanya kau berpacaran dengan June..”.
“Hah? Tapi, aku tidak berpacaran dengannya! Lagipula, memangnya apa hebohnya gosip aku berpacaran dengannya? Bukannya jika ada gosip beredar seperti itu mereka biasa saja?”.
“Bukan hanya gosip kamu berpacaran, katanya kau juga.... kiss.. dengan.... June...” kata Hanmi dengan suara pelan di kata ‘kiss’, lebiih pelan di kata ‘dengan’ dan lebih, lebih pelan lagi di kata ‘June’.
“APA??!!” teriakku sampai bangkit dari duduk, dan seseorang dengan kaget. Eh? Seseorang siapa?
Saat aku menengok ke belakang ternyata itu June, sepertinya dia baru saja naik ke atap sekolah.
“Bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang berpikiran buruk..” lanjut Hanmi lagi.
“Bagaimana bisa seperti itu?” tanya June kepada Hanmi.
“Aku tidak tau, tapi tadi pagi aku melihat Kina sedang menyebarkan gosip itu,” kata Hanmi.
“Memangnya Kina punya buktinya?” kataku makin marah.
“Dia bilang dia melihat sendiri saat teman-teman bertanya darimana dia tau,” jelas Hanmi.
“Ini tidak bisa dibiarkan!” kataku dan June saling bertatapan.

To Be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??