Senin, 28 Mei 2012

Don’t Forget, Me!!! (2)


Oleh: A.K. Arsyaf

Karena Indah terbangun jam lima, Indah langsung mandi lalu Sholat. Indah bangun sebelum orang tuanya lho! Hebat kan.. Tiba-tiba ibunya Indah yang bernama Jami’ bangun.
”Tumben nih! Bangunnya pagi-pagi...” ejek Bu Jami’.
“nggak papakan, bu. Soalnya aku bangun karena mimpi buruk (yang di rumah sakit lho)” kata Indah melipat tangannya.
”Iya Cuma bercanda kok... oh iya, kamu udah Sholat?” tanya  Bu Jami’ sambil masuk kamar mandi.
Tapi sebelum itu...
“ Udah kok... eh! Ibu kita ke rumah nenek sama kakek gak?” tanya Indah.
”iya”.
”Kapan?”. 
”Hari rabu!” Bu Jami’ lansung memasuki kamar mandi sebelum Indah berucap-ucap lagi.
”Hmm nanti jam tujuh, aku mau ke rumah Dena aja deh!” gumam Indah sambil mengambil remote TV.
Indah melongok jam dinding, hmm … jam tujuh...
”Hah... hah... eh! Sudah jam tujuh! Aku kan mau ke rumahnya Dena!...” Indah yang melihat jam langsung kaget ... ya... apalah gitu pokoknya ketar ketir.
(Di rumahnya Dena)
”Assalamu’alaikum! Dena, main yuk!” panggil Indah di depan rumahnya Dena. ”Hmm... gak ada yang menjawab”.
Tiba-tiba...
”Dik! Denanya udah pergi”, kata ibu-ibu yang sedang menyapu di depan rumahnya Dena.
”Oh... Makasih ya bu” kata Indah.
Ibu itu mengangguk dan melanjutkan menyapunya.
Kok Dena cepet banget perginya? kata Indah dalam hatinya. Akhirnya Indah pulang ke rumahnya.

Siangnya...

KEMBALI LAGI DI BERITA KOTA!... SIANG INI, ADA SEBUAH MOBIL YANG MENABRAK PEMBATAS JALAN TOL JAGORAWI,  MOBIL TOYOTA RUSH YANG BEWARNA HITAM INI BERNOMOR PLAT B 8080 YUK, TAMPAK TERGULING DI ARAH YANG BERLAWANAN, SEMENTARA PIHAK JASAMARGA BERUSAHA MENGEVAKUASI KORBAN YANG TERLIHAT ADA EMPAT ORANG. SEKIAN BERITA DARI KAMI!

Setelah melihat berita, sebenarnya Indah berpikir begini... semoga saja itu bukan Dena... .
Lalu saat sore, Indah langsung Sholat, dan berdo’a supaya kejadian yang di lihatnya tidak terjadi kepadanya dan Dena (AMIN!!!).

Keesokan harinya ...

”Indah! Bangun hari ini udah mulai sekolah kan!?” teriak Bu Jami’ dari bawah.
”Iya bu, aku segera ke bawah!” balasku.
”Hari ini belajar yang rajin ya...” kata bu Jami’ sambil mengambil roti dan memberinya selai (Yummy!). ”Kamu mau?”.
”Boleh!” kata Indah.
Selesai sarapan Indah langsung berangkat. Pertama-tama Indah menuju rumahnya Dena.
Tap... tap... tap... suara sepatu Indah membuat Bu Risa menengok ke arahnya.
”Eh... Indah, mau jemput Dena ya?” tanya ibu Risa.
“Iya bu, biasa...” balas Indah.
“Ih... kamu jarang nonton berita ya?” tanya ibu Risa lagi.
”Jarang sih bu” jawab Indah.
”Kamu ini, padahal ada kabar di berita kota tuh, mobil yang menabrak pembatas jalan di tol Jagorawi. Itukan mobilnya Dena, Nih ciri-cirinya...” sebelum ibu Risa selesai menjelaskan Indah langsung shock.
”IYA BU, INDAH TAU ITU, SEKARANG DENA DI RUMAH SAKIT MANA?” Indah memotong penjelasannya ibu Risa (penulisnya juga. Gak bisa melanjutkan penulisannya, he... he... he. L).
”Di... di... RS Islam!” ibu Risa gugup karena tubuhnya di goyang-goyangkan Indah.
Drap... drap... drap... Indah langsung berlari ke sekolah. Lah, buat apa? Sekolah dong. kenapa gak langsung ke rumah sakit? Sekolah dulu baru ke rumah sakit.

Jam 15.30... JJJ

”Yak, anak-anak kalian boleh pulang. Kita baca hamdalah ya...” kata Pak Yora mengakhiri pelajaran sambil merapihkan buku-bukunya.
Beda dengan anak yang lain ada tiga orang yang membenci Indah dan Dena. Mereka bertiga adalah genk yang bernama.... kalian tentunya udah tau dong!
”Ih kenapa sih tu orang, masa lari-larian kayak orang gila!” ejek Mikha si pemimpin sambil melipat tangannya.
”Tau. Mungkin mau ke rumahnya Denol (ejekan dari Mikha untuk Dena. Eh kalian jangan tiru ya...)
”kali!” tambah Disa.
”Setiap hari ke sana melulu, dasar!” tambah lagi Nima.
Mereka kesal dengan Indah dan Dena yang setiap harinya selalu bersama-sama tapi, yang paling melindungi di antara Indah dan Dena adalah Indah, dia kan pantang menyerah.
Di rumah Indah...
”BRAAAK!!!” Indah membanting pintu. ”Bu! Ibu!”.
”Ssst... berisik amat sih! Ada apa?”  tanya Bu Jami’.
“Iya kan ibu tau kalau sekarang Dena dan keluarganya dirawat di rumah sakit Islam!” Indah langsung menggandeng tangan Ibunya.
“Eh, mau ke mana?” tanya Bu Jami’ bingung.
”ya ke rumah sakitlah!” Indah tetap memeggang tangan ibunya.
”Hah... kalau mau ke sana. Ibu ganti baju dulu ya...” kata Bu Jami’ yang segera menuju kamarnya.
”Iya cepetan ya bu...!” teriak Indah.

1 jam kemudian... JJJ

“Bu udah selesai belum!?” teriak Indah.
“Iya bentar lagi!” balas Bu Jami’. ”Nah udah selesai deh, yu...uuu... uuk!” Bu Jami’ tertarik oleh Indah.

Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??