Oleh:
A.K. Arsyaf
Karena Indah terbangun jam
lima, Indah langsung mandi lalu Sholat. Indah bangun sebelum orang tuanya lho!
Hebat kan.. Tiba-tiba ibunya Indah yang bernama Jami’ bangun.
”Tumben nih! Bangunnya
pagi-pagi...” ejek Bu Jami’.
“nggak papakan, bu. Soalnya
aku bangun karena mimpi buruk (yang di rumah sakit lho)” kata Indah melipat
tangannya.
”Iya Cuma bercanda kok... oh
iya, kamu udah Sholat?” tanya Bu Jami’
sambil masuk kamar mandi.
Tapi sebelum itu...
“ Udah kok... eh! Ibu kita ke
rumah nenek sama kakek gak?” tanya Indah.
”iya”.
”Hari rabu!” Bu Jami’ lansung
memasuki kamar mandi sebelum Indah berucap-ucap lagi.
”Hmm nanti jam tujuh, aku mau
ke rumah Dena aja deh!” gumam Indah sambil mengambil remote TV.
Indah melongok jam dinding, hmm … jam tujuh...
”Hah... hah... eh! Sudah jam
tujuh! Aku kan mau ke rumahnya Dena!...” Indah yang melihat jam langsung kaget ...
ya... apalah gitu pokoknya ketar ketir.
(Di rumahnya Dena)
”Assalamu’alaikum! Dena, main
yuk!” panggil Indah di depan rumahnya Dena. ”Hmm... gak ada yang menjawab”.
Tiba-tiba...
”Dik! Denanya udah pergi”,
kata ibu-ibu yang sedang menyapu di depan rumahnya Dena.
”Oh... Makasih ya bu” kata
Indah.
Ibu itu mengangguk dan
melanjutkan menyapunya.
Kok Dena cepet banget perginya? kata Indah dalam hatinya. Akhirnya Indah pulang ke rumahnya.
Siangnya...
KEMBALI
LAGI DI BERITA KOTA!... SIANG INI, ADA SEBUAH MOBIL YANG MENABRAK PEMBATAS
JALAN TOL JAGORAWI, MOBIL TOYOTA RUSH
YANG BEWARNA HITAM INI BERNOMOR PLAT B 8080 YUK, TAMPAK TERGULING DI ARAH YANG
BERLAWANAN, SEMENTARA PIHAK JASAMARGA BERUSAHA MENGEVAKUASI KORBAN YANG
TERLIHAT ADA EMPAT ORANG. SEKIAN BERITA DARI KAMI!
Setelah melihat berita,
sebenarnya Indah berpikir begini... semoga
saja itu bukan Dena... .
Lalu saat sore, Indah langsung
Sholat, dan berdo’a supaya kejadian yang di lihatnya tidak terjadi kepadanya
dan Dena (AMIN!!!).
Keesokan harinya ...
”Indah! Bangun hari ini udah
mulai sekolah kan!?” teriak Bu Jami’ dari bawah.
”Iya bu, aku segera ke bawah!”
balasku.
”Hari ini belajar yang rajin
ya...” kata bu Jami’ sambil mengambil roti dan memberinya selai (Yummy!). ”Kamu
mau?”.
”Boleh!” kata Indah.
Selesai sarapan Indah langsung
berangkat. Pertama-tama Indah menuju rumahnya Dena.
Tap... tap... tap... suara
sepatu Indah membuat Bu Risa menengok ke arahnya.
”Eh... Indah, mau jemput Dena
ya?” tanya ibu Risa.
“Iya bu, biasa...” balas
Indah.
“Ih... kamu jarang nonton
berita ya?” tanya ibu Risa lagi.
”Jarang sih bu” jawab Indah.
”Kamu ini, padahal ada kabar di
berita kota tuh, mobil yang menabrak pembatas jalan di tol Jagorawi. Itukan
mobilnya Dena, Nih ciri-cirinya...” sebelum ibu Risa selesai menjelaskan Indah
langsung shock.
”IYA BU, INDAH TAU ITU,
SEKARANG DENA DI RUMAH SAKIT MANA?” Indah memotong penjelasannya ibu Risa
(penulisnya juga. Gak bisa
melanjutkan penulisannya, he... he... he. L).
”Di... di... RS Islam!” ibu
Risa gugup karena tubuhnya di goyang-goyangkan Indah.
Drap... drap... drap... Indah
langsung berlari ke sekolah. Lah, buat apa? Sekolah dong. kenapa gak langsung
ke rumah sakit? Sekolah dulu baru ke rumah sakit.
Jam 15.30... JJJ
”Yak, anak-anak kalian boleh
pulang. Kita baca hamdalah ya...” kata Pak Yora mengakhiri pelajaran sambil
merapihkan buku-bukunya.
Beda dengan anak yang lain ada
tiga orang yang membenci Indah dan Dena. Mereka bertiga adalah genk yang
bernama.... kalian tentunya udah tau dong!
”Ih kenapa sih tu orang, masa
lari-larian kayak orang gila!” ejek Mikha si pemimpin sambil melipat tangannya.
”Tau. Mungkin mau ke rumahnya
Denol (ejekan dari Mikha untuk Dena. Eh kalian jangan tiru ya...)
”kali!” tambah Disa.
”Setiap hari ke sana melulu,
dasar!” tambah lagi Nima.
Mereka kesal dengan Indah dan
Dena yang setiap harinya selalu bersama-sama tapi, yang paling melindungi di
antara Indah dan Dena adalah Indah, dia kan pantang menyerah.
Di rumah Indah...
”BRAAAK!!!” Indah membanting
pintu. ”Bu! Ibu!”.
”Ssst... berisik amat sih! Ada
apa?” tanya Bu Jami’.
“Iya kan ibu tau kalau
sekarang Dena dan keluarganya dirawat di rumah sakit Islam!” Indah langsung
menggandeng tangan Ibunya.
“Eh, mau ke mana?” tanya Bu Jami’
bingung.
”ya ke rumah sakitlah!” Indah
tetap memeggang tangan ibunya.
”Hah... kalau mau ke sana. Ibu ganti baju dulu ya...” kata Bu Jami’
yang segera menuju kamarnya.
”Iya cepetan ya bu...!” teriak
Indah.
1 jam kemudian... JJJ
“Bu udah selesai belum!?”
teriak Indah.
“Iya bentar lagi!” balas Bu Jami’.
”Nah udah selesai deh, yu...uuu... uuk!” Bu Jami’ tertarik oleh Indah.
Bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar