Oleh : Aisyah. K. Arsyaf
Lalu, Aku memasukkan tanganku kedalam sakuku, aku mempunyai uang sebesar Rp. 3.000-, lalu, aku berjalan menuju kedua pengemis anak-anak itu dan, memasukkan uangku ke kaleng mereka, “nih dik, mbak kasih ya, buat adik semua” kataku dengan lembut “makasih ya kak” balas adik itu, akupun tersenyum, begitu pula dengan Garu. ”Hebat 1!” Garu memujiku”hah? maksudnya apa?” aku tidak mengerti, Garu hanya tertawa.
Perjalanan di
lanjutkan, aku dan Garu pergi menuju perdesaan. Di sana udaranya sangat segar,
“haaaah…huuuu…emmm… segar banget” aku mulai terkagum-kagum lagi, “tentu saja,
di sinikan banyak pohon” Garu juga ikut terkagum-kagum, lalu aku dan Garu
tiba-tiba melihat kakek yang sepertinya sudah sangat tua, yang sedang membawa
kayu, dan tiba-tiba…”BRAAAK!!!”
kayu-kayu itu memang sangat banyak, aku bergegas dan berlari menuju
kakek itu “Kakek, kakek butuh bantuan?” tanyaku, “makasih ya dik” aku
tersenyum.
Akhirnya sampai juga di
rumah kakek itu, ”makasih ya dik, adik sudah bantuin kakek” “sama-sama kakek”
aku akhirnya kembali ke Garu, Garu mengucapkan kata-kata yang hampir sama,
“Hebat 2!” aku masih bingung pada
omongan Garu.
Kami akhirnya langsung
meluncur ke tempat lain yang lebih indah dari perdesaan, yaitu…”Waw, HUTAAAAN!!!”
aku kegirangan, aku menarik nafas dan di keluarkan lagi melalui mulutku, dan
tiba-tiba sesuatu terdengar lagi…”CAPLOK, GRAAAAR” aku dan Garu mengikuti asal suara itu, dan ternyata, itu adalah
suara beruang yang terkena jebakan, aku melihatnya dengan sangat sedih, aku mendekati
beruang itu dengan perlahan dan kubukakan jebakan beruang itu, saat sudah lepas
beruang itupun lari, akupun tersenyum lagi. “Hebat 3!”, ucap Garu dan tiba-tiba
ia mengucapkan kata-kata…”GARUDA
PANCASILA!” lalu ada cahaya yang menyilaukan,
Tiba-tiba saja aku
terbangun, dari benturan tadi, “nak…nak…kamu tidak apa-apa?” ibu memanggilku,
“iya bu, nggak apa-apa kok” jawabku agar tidak menghawatirkan ibu“ oh iya ibu
tadi hendak menyentuh sakumu, kok tidak ada uang yang tadi ibu beri sih” ibu
penasaran, “ada aja hi…hi…hi…” ibu sangat bingung apa yang aku ucapkan, ya udah
yuk kita turun udah sampai tuh” aku mengangguk-angguk, Garu aku tidak akan
melupakanmu untuk selama-lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar