Senin, 07 Mei 2012

Bertemu Garu Yang Bijaksana(2)

 Oleh : Aisyah. K. Arsyaf

Akhirnya sampailah aku dan Garu di kota, “Waw, ramai banget”, aku terkagum-kagum, di tengah keramaian ada suara…”pak.., bu…, minta sedekahnya …” itu adalah suara seorang pengemis anak-anak.
Lalu, Aku memasukkan tanganku kedalam sakuku, aku mempunyai uang sebesar Rp. 3.000-, lalu, aku berjalan menuju kedua pengemis anak-anak itu dan, memasukkan uangku ke kaleng mereka, “nih dik, mbak kasih ya, buat adik semua” kataku dengan lembut “makasih ya kak” balas adik itu, akupun tersenyum, begitu pula dengan Garu. ”Hebat 1!” Garu memujiku”hah? maksudnya apa?” aku tidak mengerti, Garu hanya tertawa.
Perjalanan di lanjutkan, aku dan Garu pergi menuju perdesaan. Di sana udaranya sangat segar, “haaaah…huuuu…emmm… segar banget” aku mulai terkagum-kagum lagi, “tentu saja, di sinikan banyak pohon” Garu juga ikut terkagum-kagum, lalu aku dan Garu tiba-tiba melihat kakek yang sepertinya sudah sangat tua, yang sedang membawa kayu, dan tiba-tiba…”BRAAAK!!!”  kayu-kayu itu memang sangat banyak, aku bergegas dan berlari menuju kakek itu “Kakek, kakek butuh bantuan?” tanyaku, “makasih ya dik” aku tersenyum.
Akhirnya sampai juga di rumah kakek itu, ”makasih ya dik, adik sudah bantuin kakek” “sama-sama kakek” aku akhirnya kembali ke Garu, Garu mengucapkan kata-kata yang hampir sama, “Hebat 2!”  aku masih bingung pada omongan Garu.
Kami akhirnya langsung meluncur ke tempat lain yang lebih indah dari perdesaan, yaitu…”Waw, HUTAAAAN!!!” aku kegirangan, aku menarik nafas dan di keluarkan lagi melalui mulutku, dan tiba-tiba sesuatu terdengar lagi…”CAPLOK, GRAAAAR” aku dan Garu mengikuti  asal suara itu, dan ternyata, itu adalah suara beruang yang terkena jebakan, aku melihatnya dengan sangat sedih, aku mendekati beruang itu dengan perlahan dan kubukakan jebakan beruang itu, saat sudah lepas beruang itupun lari, akupun tersenyum lagi. “Hebat 3!”, ucap Garu dan tiba-tiba ia mengucapkan kata-kata…”GARUDA PANCASILA!” lalu ada cahaya yang menyilaukan, 
Tiba-tiba saja aku terbangun, dari benturan tadi, “nak…nak…kamu tidak apa-apa?” ibu memanggilku, “iya bu, nggak apa-apa kok” jawabku agar tidak menghawatirkan ibu“ oh iya ibu tadi hendak menyentuh sakumu, kok tidak ada uang yang tadi ibu beri sih” ibu penasaran, “ada aja hi…hi…hi…” ibu sangat bingung apa yang aku ucapkan, ya udah yuk kita turun udah sampai tuh” aku mengangguk-angguk, Garu aku tidak akan melupakanmu untuk selama-lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??