Senin, 28 Mei 2012

Ada Awal Ada Akhir

Oleh   :  A.K. Arsyaf

(Sambungan dari “Don’t Forget, Me!!!” )

Di rumah sakit ...

“Ehm... Suster! Ada yang namanya Dena Ri Putri?” tanya Bu Jami’.
“Sebentar ya bu, saya lihat daftarnya dulu” balas suster itu.
Suster itu mencari-cari dengan meletakan telunjuknya di atas daftar itu dan...
“Eh... Ini bu! kamar 147 ya...” kata suster itu.
“Oh.. makasih ya...” balas Bu Jami’ sambil menarik tangannya Indah.
Setelah mencari cari, akhirnya ketemu juga kamar itu, kamar 147. tiba-tiba ada seorang dokter yang keluar kamar.
”Dokter! Bagaimana ke adaan anak itu?” tanya Bu Jami’.
”Hahh, anak itu menjadi....” perkataan dokter agak terhenti.
”Apa Dokter?” tanya Indah.
”AMNESIA!” kata dokter itu sambil menunduk.
Air mata Indah langsung menetes (Padahal Indah gak tau apa itu Amnesia. Dia kira itu penyakit atau luka yang sangat parah sampai harus di operasi) tak karuan di menyebut nama Dena dalam hatinya. Dena! Dena! Dena!!!!.
”Ya... ALLAH Kenapa bisa begitu dok?” tanya Bu Jami’ menutup mulutnya. Bu Jami’ pasti tau artinya karena Bu Jami’kan juga dokter.
”Ya, kepalanya membentur dengan keras dan akhirnya .... ya” kata dokter itu menunduk.
Tiba-tiba seorang suster keluar kamar.
”Dokter, pasien itu sudah bangun! Kalau ada yang menjenguknya sudah boleh masuk” kata suster itu sambil menunjuk menunjuk kamar 147.
 Indah yang tadinya menangis di kursi, langsung menghentikan tangisannya.
”Dena!” teriak Indah sambil berlari menuju kamar itu.
Dan perlahan-lahan Dena membuka matanya.
”Ng? Di... di mana aku?” kata Dena.
”Kamu di rumah sakit, Na!” kata Indah menahan tangisan.
Tapi, saat Dena menengok ke arah Indah, ucapan Dena dan sikapnya langsung berubah!
” Loe siapa?” kata Dena dengan kata-kata yang sangat tidak sopan.
Teman-teman tau tidak, perkataan Dena seperti kata dan gaya ucapan Mikha, saat di jenguk oleh Indah. Perasaan Indah saat mendengar perkataan Dena, hatinya langsung meledak! Indah langsung keluar dan menangis sesedih-sedihnya.
”Dena! kok perkataan kamu begitu sih!” teriak Bu Jami’ agak keras.
”Bu! Diakan lagi amnesia...” kata dokter berbisik.
”Oh Iya, ya!” balas Bu Jami’ juga berbisik.
”Dena, kamu gak boleh begitu, dia kan sahabat kamu” kata Bu Jami’ lembut.
”Tunggu, ibu siapa? Memang namaku Dena ya? Aku tidak tau siapa namaku, dan teman-teman ku itu GROUP ISENGER GIRLS you no? Aku tidak kenal yang namanya Indah!” kata nya agak lebay.
Wah! Dia benar-benar amnesia nih! Kata Bu Jami’ dalam hatinya. Akhirnya Bu Jami’ keluar.
”Dok! Apa saya udah boleh pulang?” tanya Dena.
”Iya kamu udah boleh pulang, tapi papa sama mama kamu belum siuman jadi kamu pulang bareng anak tadi ya... mungkin dia tau rumahmu.” kata dokter sambil keluar kamar.
Dan Dena langsung bangun dari tempat tidur, dan keluar dari kamar. Dena melihat Indah sedang menangis, tapi Dena langsung memalingkan wajahnya dari Indah.
”Eh! Kata dokter gue suruh pulang bareng loe, jadi cepet!” katanya sambil menunjuk Indah dan langsung berjalan.
 Di mobil, Indah dan Dena hanya diam tanpa bicara, padahal dulu sebelum Dena Amnesia. Semua belum begini, dulu masih sangat ramai, kami berbicara dengan ria.
”Eh kamu, nama kamu Dena ya...” kata Bu Jami’.
Dena hanya menangguk.

Keesokkan harinya...

”Dena tunggu!” Teriak Indah.
”Apa sih. loe lagi! dibilang gue nggak kenal loe, tadi ibu itu bilang loe sahabat gue, padahal sahabat gue GROUP ISENGER GIRLS!” teriaknya.
Tapi tiba-tiba, perlahan langkah Dena berhenti. Indah melihat di depannya Dena ada tiga orang yang jalannya lebay, ternyata itu... GROUP ISENGER GIRLS!
”Hei!” Panggil Dena kepada Group Isenger Girls.
”Apa Denol?”  ejek Mikha.
”Ih! Kamyu, jangan begitu dong sama sahabat” kata dena agak sedikit menyengol tubuh Mikha.
“Lho, kamukan temennya si Indah masa sama kami sih!”kata Mikha menunjuk Indah.

Beberapa saat kemudian...

Hmmm... kenapa nih si Denol? Mungkin aku harus berpura-pura menjadi sahabat karibnya. Biar aja Indah sendiri. Kata Mikha dalam hati
”Oh! Iya iya, kau sahabat aku yang paaaling aku sayangi! Aku juga nggak kenal sama dia, mungkin dia cuma CaPer (cari perhatian) aja!” Mikha mulai berakting, menyukai Dena.
”Ya udah yuk kita ke kelas!” kata Dena menarik tangan Mikha.
Sebenarnya, kelas Indah dan Dena, sekelas dengan Group Isenger Girls. Jadi wajar kalau mereka berselisih, namun Indah dan Dena adalah  termasuk anak yang pintar disekolahnya.
Saat pelajaran Dena nggak inget satu pun pelajaran kalian tau gak? Dena sampai di hukum karena nggak ngerjain PR dan tidak memebawa buku pelajaran secara teratur.

Waktu Istirahat...

Saat istirahat semua bicarakan Dena. Ada yang bilang, ”Dena jadi nakal!”, ”Dena jadi gak hebat!”, ”Gak pinter!”. banyak yang bicarain Dena.
”Dena! Mau makan di kantin gak?” tanya Indah.
”Aku udah bilang aku nggak kenal KAMU!” Dena berteriak sambil melotot.
Hari ini Indah begitu sedih, dia makan di kantin tanpa ada yang menemani paling, hanya anak-anak yang baik kepadanya.

Sesudah bell, Idah bertemu Dena bersam group Isenger Girls.

”Hai Dena!” Indah melambaikan tangannya.
Dena hanya berpaling dari Indah.
”Sudahlah Indah, kau harus mengakhiri persahabatanmu! Selalu ada awal dan ada akhir!” kata Mikha dan grupnya sambil berjalan menuju kelas.

Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Just a announcement! ^.^

Jika ada sebuah kata-kata yang di translate salah, saya mohon maaf!

Thank you!

Do you want to translate my story??